Kisah Seorang Waliyah Besar dan Sayyid Muda – Perihal Mahabbah Kepada Rosul Allah SAW

Oleh: Sayyidil Walid al-Habib Rofiq al-Kaff

Syahdan hiduplah seorang Waliyah (wali Allah perempuan), yang sangat terkenal di zamannya dengan kecintaan beliau kepada Allah SWT.

Sekali waktu, beliau di tanya orang, “Apakah engkau mencintai Rosul Allah SAW, selain engkau juga cinta kepada Allah SWT..?”
Jawab beliau, “Hatiku sudah di penuhi cinta kepada-Nya dan tidak bisa mencintai selain-Nya.”

Malam beliau bermimpi, mendengar suara dari ‘Arsy, “Wahai Fulanah, engkau Kami cintai, tapi bukan engkau yang paling Kami cintai.”
Terkejutlah beliau dalam mimpinya dan beliau bertanya, “Siapakah yang lebih di cintai dari ku..?”

Dalam mimpinya beliau melihat seorang pemuda yang sedang lelap tertidur di pangkuan Baginda Rosul Allah SAW.

“Dialah yang lebih Kami cintai daripada engkau. Karena dia cinta kepada kekasih Kami dan kekasih Kami pun cinta kepadanya. Kami cinta kepadanya melebihi cinta Kami kepada engkau.”

Terbangunlah Waliyah ini dan di carilah olehnya pemuda ini. Akhirnya, Si Waliyah ini berjumpa dengan sang pemuda tadi. Di lihatnya apa amal dan kerjanya. Si pemuda ini, rupanya hanyalah seorang Sayyid miskin yang menjadi kuli di pasar, pulang dari pasar dia merawat ibunya yang sedang sakit, malamnya ia beribadah, itu saja.

Di hari kedua, di lihatnya si pemuda kembali bekerja di pasar, tapi hari itu tidak ada yang menggunakan tenaganya. Akhirnya dia pulang dengan tangan kosong. Waliyah ini terus mengikuti si pemuda tadi sampai di depan rumahnya. Tiba-tiba si pemuda menengadahkan tangannya ke langit dengan tanpa berdoa dan berkata-kata, dengan seizin Allah SWT tiba-tiba di tangannya sudah di penuhi uang.

Di hari ketiga, di lihatnya si pemuda ini tidak bekerja. Ketika di cari-carinya ternyata sang pemuda terbaring sakit.
Kata si pemuda, “Kemarilah wahai Fulanah, kemarilah..!!!”
Berkata si Sayyid miskin ini, “Aku tahu engkau fudhul (usil, ingin tahu) dengan diriku selama 3 hari ini. Ketahuilah olehmu, cintamu itu sudah cacat bercela. Engkau mencintai satu kekasih saja. Kekasih yang lain tidak engkau cintai. Jawablah aku…!! Kekasih mana yang bisa meridhoimu..?”

Terkejutlah Waliyah inh dan iapun sadar, bahwa si pemuda adalah Wali Allah yang lebih utama dari dirinya. Kemudian di dengarnya si pemuda bermunajah, “Wahai Kekasih, sudah terbuka rahasia antara kita berdua. Tiada gun aku berlama-lama di sini. Jemput aku.. Untuk berjumpa dengan mu..”

Lalu si pemudah menyebut, “Allah..”
Wafatlah beliau pada saat itu jug. Waliyah inipun menangis
tersedu-sedu dan menyadari kesalahannya.

Nah, saudaraku-saudaraku semoga kalian mendapat hikmah yang besar dari cerita ini, Insya Allah.. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s