Ketika Aku Jatuh Cinta

Cinta adalah sebuah Ni’mat, tapi jika di salahgunakan cinta bisa menjadi Niqmah (adzab). Tidak ada makhluq yang patut kita cintai lebih dari diri kita melebihi al-Musthafa, Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam.

Banyak anak-anak muda yang teracuni oleh pemikiran-pemikiran yang ada di media elektronik, memberi suguhan agar mereka berkorban demi cinta walaupun pahit dan penuh rintangan, mengajarkan agar menjadi sang Pahlawan Cinta, sehingga para pemuda-pemudi melakukan apa yang mereka lihat dalam kehidupannya meskipun harus melakukan hal-hal yang haram, yang membuat mereka celaka dan hina nanti di Akhirat..!!

Kita kecurian kiblat.. Orang-orang mengalihkan kita dari Sang Nabi SAW dan Sayyidatuna Zahro’.. Kalau memang yang namanya kebahagian, ketentraman, keindahan, keharmonisan, keberuntungan ada di dalam cinta sebelum menikah, maka Demi Allah, pasti Allah akan cantumkan dalam Ayat-Ayat Suci-Nya. Pasti akan keluar dari kalam mutiara Sang Nabi SAW, pasti di ajarkan kepada Sang Zahro’..!!! Tapi mengapa tidak ada dalam sejarah Islam cinta di luar nikah…? Apakah Islam salah dan tak mengerti cinta..? Kalau bukan dari Islam, lalu dari mana sumbernya cinta..?

Tanyakan dan lihat kepada orang yang telah mendahului kita, yang dulunya mengaku cinta adalah segala-galanya..!! Apa yang mereka dapatkan dalam hidupnya..? Apa kekuatan cinta mereka kekal dan abadi..?
Laa.. Laa.. Laa.. Wa alf, laa.. Wallah..!! Tidak, Demi Allah…!!!

Allah menciptakan manusia dan Allah lebih tahu akan tentang cinta yang ada dalam hati manusia. Allah juga tahu bagaimana cara menaburkan benih-benih cinta agar tetap abadi.

Jangan sekali-kali mengkiaskan cinta anda dengan apa yang ada di dunia Film, karena Film atau televisi memeliki sutradara yang mengatur dari awal sampai akhir dan telah di tentukan akhir dari cerita cinta tersebut. Tapi, kita siapa, yang bisa menjamin bahwa cinta akan membawa keabadian dan kebahagian..? Itu hanya fatamorgana yang mampu memberikan ketenangan sebentar saja, tapi setelah itu hampa yang terasa dan mengakibatkan penyeselan..!

Cinta di dunia ini tidak akan bertambah tapi akan berkurang. Berapa banyak orang yang mengaku “cinta mati” atau “cinta hidup” atau apa saja anda menamakannya, tapi mengapa setelah memilikinya terkadang dan banyak seorang wanita mendapat tamparan, hinaan bahkan di campakkan oleh yang dulu mengaku cinta..! Mengaku dia adalah jantung hatinya.. Dia adalah nyawanya.. Dia adalah kelopak matanya.. Dia adalah kehidupannya.. Lalu, kemana itu semua..? Kemana semua rasa yang dulunya ada..? Mana janji-janji manis cintanya..? Mana..? Mana..? Dan mana..? Apakah cinta hanya tinggal cerita…??
Subhanallaaah…!!! Maha Benar Engkau, Yaa Allah…!!

Setan terlalu pintar sehingga nafsu di bungkus sedemikian rupa dan di berinya nama “cinta” lalu di suguhkan pada para pemuda-pemudi. Kalau memang benar itu cinta, mengapa harus membawanya pada Neraka..? Ketahuilah, cinta yang murni lagi halal pasti membawa anda ke Syurga-Nya…! Telitilah cinta yang ada dalam hati anda..!!

Berapa banyak cinta telah membawa pemuda-pemuda terjerumus dalam perzinaan…!! Membawak kita untuk menentang, bahkan durhaka kepada orang tua. Ketika sudah di campakkan oleh orang yang di cintai, kemana anda akan lari…? Kemana…? Coba pikir, kita akan lari kemana..? Pasti lari kepada orang tua yang mau menerima anda apa adanya..

Hati-hati dan waspada pada cinta palsu..! Karena cinta palsu, datang dari hawa nafsu. Tanam benih-benih cinta pada ladang hati yang halal sesuai yang di ajarkan oleh Sang Nabi SAW. Sabarlah…!! Cinta amat mahal dan istimewa. Cinta mampu memberikan keajaiban jika tumbuh pada tempat yang tepat..!! Tidak ada yang mustahil dengan cinta yang suci. Sehina apapun anda tapi jika anda memiliki cinta yang suci ini, anda akan menjadi mulia..

Sebagaimana batang pohon Kurma, mampu menebus Syurga. Bukan hanya di tingkat pertama, kedua atau ketiga atau bahkan ke empat. Akan tetapi, mampu menembus tingkat ketujuh. Ke derajat yang di peroleh Para Nabi..!!

Sekotor apapun anda, sehina apapun anda, senajis apapun anda, ketika anda memiliki cinta yang suci juga halal, cinta yang telah Nabi SAW ajarkan, maka cinta itu dapat mensucikan anda dan akan merubah anda…!

Coba anda lihat anjing Ashabul Kahfi yang mendapat sebuah
kemulyaan..!! Sebab, cinta mampu mengangkat derajat yang di dapatkan para orang-orang Shaleh. Bahkan Allah SWT mengabadikan cerita cinta agung tersebut dalam al-Qur’an, agar manusia tahu tentang derajat sebuah cinta. Berapa kali Allah mengulang kata-kata, “Wa Kalbuhum..” dalam surat al-Kahfi…?

Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang suci.. Mudah-mudahan kita mampu membedakan antara cinta dan hawa nafsu..

Wahai Dzat yang menumbuhkan benih-benih cinta, tumbuhkan benih-benih cintaku kepada Sang Nabi SAW serta kepada orang yang Engkau cintai juga kepada orang yang halal bagiku…
Berikanlah padaku sebuah “Dzauq” perasa yang mampu mengetahui cinta palsu dan hawa nafsu..
Yaa Allaah.. Berikanlah petunjuk perahu cintaku dalam mengarungi samudera asmara..
Yaa Allaaah.. Izinkan cintaku berlabuh dalam dermaga agama dalam keadaan selamat dari syaithon yang menjadi pembajak cinta dengan angan-angan fatamorgananya..
Dari dermaga, izinkan aku mengantarkan cintaku pada rumah orang yang halal bagiku..
Sehingga aku hidup dalam kebahagian cinta yang telah Engkau janjikan.. Bimbing aku, Yaa Allah…Catatan Na’am Qolby Ma’ak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s