Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (25)

Betapa sering Sayyidatuna Fatimah tidaktidur malam menjaga dan melayani ibunya. Tampak suatu prilaku yang sangat mulia dan indah dari akhlaq fatimah yang bersumber dari seorang ibu. Suatu pelajaran yang seharusnya dan seandainya para wanita di zaman sekarang ini
mempelajarinya, ini merupakan suatu akhlaq yang dapat mengangkat ke derajat yang tinggi.

Sayyidatuna Fatimah setia mendampingi dan duduk di samping ibunya yang dalamkeadaan tidak dapat bergerak dan berbicara. Kemudian datang Rasulullah Saw., merasa dengan kedatangan Rasulullah Saw., Sayyidatuna Khadijah dengan sekuat tenaga menahan segala rasa sakit. Berdiri dengan semangat dan menampakkan ketegarannya di depan Rasulullah Saw.. Sayyidatuna Khadijah berusaha menutupi rasa sakitnya sehingga tidak menambah beban Rasulullah Saw..

Sayyidatuna Fatimah melihat kejadian yang sangat menakjubkan dan begitu indah. Terdapat pelajaran yang sangat berharga, melihat ikatan “cinta” yang agung, yang luar biasa, dan murni.
Sebuah rasa dan pengorbanan “cinta” yang tidak mengetahui rasa ini baik langit ataupun bumi.. (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s