Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (31)

Kemudian Rasulullah Saw. duduk di dekat Sayyidatuna Khadijah, dengan perlahan meletakkan kepala Sayyidatuna Khadijah di pangkuannya, sedangkan di samping kamar Sayyidatuna Fatimah menangis melihat semua ini dan Ummu Kultsum berusaha meredahkan tangisan adiknya (Fatimah) yang masih kecil.

Sayyidatuna Fatimah menangis karena perpisahan dengan Sayyidatuna Khadijah bukanlah hal yang remeh. Jika seorang putri yang masih kecil ketika ditinggal ibunya bersedih sekali atau duakali. Akan tetapi perpisahan dengan Sayyidatuna Khadijah bukanlah perpisahan dengan seorang ibu yang biasa, karena ini adalah kepergian seorang: -Wanita muslimat yang pertama
-Wanita yang menjadi pelindung Islam
-Wanita yang sangat dicintai Rasulullah

Ketika Sayyidatuna Khadijah sedang dalam pangkuan Rasulullah Saw., datang sebuah kabar gembira. Rasulullah Saw. “Wahai Khadijah, sesungguhnya jibril datang menyampaikan salam dari Allah atasmu.” Sayyidatuna Khadijah menjawab “Allahussalam Waminhussalam
wa’alaikassalam Wailahi yaudussalam wa’ala Jibril salam.”..
(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s