Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (6)

Di gelapnya zaman jahiliyah yang menjadikan wanita bagaikan binatang dan budak hawa nafsu, Rasulullah dikaruniai anak perempuan yang mana akan menjadi “Qiblat” dan “Mahkota” para wanita.

“Siapa saja wanita yang tidak berqiblatkan Fathimah dan bermahkotakan Fathimah, maka apa yang terjadi di zaman jahiliyah akan terulang. Wanita akan hina dan jadikan budak hawa nafsu.”

Bergembiralah Nabi Saw. dan berkata kepada Sayyidatuna Khadijah, berkata: “Sesungguhnya dia adalah anak yang cantik laksana angin sepoi-sepoi yang indah dan penuh barokah.”

Kemudian Nabi Saw. menggendongnya dan menciumnya maka semakin tampaklah kegembiraan Sayyidatuna Khadijah karena Fathimah adalah manusia paling mirip dengan ayahnya. Kemiripan tersebut sebagai penyebab Sayyidatuna Fathimah mendapatkan cinta yang berlebihan dan perhatian khusus.

Rumah tempat dilahirkannya Sayyidatuna Fathimah adalah rumah yang diliputi kemuliaan dan kehormatan yang berasaskan budi pekerti dan ahklaq yangluhur. Di tempat yang subur dan yang penuh cahaya tumbuhlah bunga mawar yang elok dan menawan, yang menjadi harapan setiap wanita.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s