Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (80)

Kamar Sayyidina Ali agak jauh dari kamar Rasulullah, dalam satu segi Rasulullah sangat senang jika kamar Fatimah dekat degannya, karena Rasulullah sangat senang keluar masuk rumah Fatimah. Rasulullah Saw. setiap kali menikah memperluas kamarnya, sedang kamar seseorang yang paling dekat dengan kamar-kamar Rasullah adalah kamar sahabat anshar, yaitu Haritsa bin Nu’man.

Suatu ketika Sayyidatuna Fatimah mendatangi ayahnya dan berkata”Wahai Rasulullah, tidakkah enkau bicara pada Haritsa dan meminta darinyaagar membagikan pada kita sebgian dari kamarnya?”.
Rasulullah menjawab “Wahai putriku, demi Allah saya sangat malu untak melakukanxnya.”

Allahu Akbar..

Kita lihat Rasulullah malu dengan para sahabat yang selalu siap setiap saat berkorban bukan hanya harta atau rumah mereka, akan tetapi segala jwa raga bahkan ruh mereka demi Rasullah Saw..

Rasulullah berkata “Saya malu wahai putriku karena ia telah membagi sebagian rumahnya untukku.” Maka Nabipun tidak membicarakan hal tersebut pada Haritsa.. (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s