Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (88)

Sayyidatuna Fathimah dengan segera mencuci wajah sang ayah dengan air, akan tetapi setiap kali selesai mencucinya darah dari wajah Sang Nabi SAW tetap mengalir. Kemudian Sayyidatuna Fathimah mengambil sedikit potongan tikar lalu membakarnya kemudian mengambil abunya dan meletakkan di tempat keluarnya darah. Abu tersebut menjadikan darah di wajah Rosul Allah SAW sedikit demi sedikit berhenti. Di samping itu Sayyidatuna Fathimah tetap menangis karena rasa kasih sayangnya terhadap Sang Ayah.
Suatu hari seperti biasanya, Rosul Allah SAW selalu keluar masuk ke rumah Fathimah tapi kali ini, Rosul Allah SAW merasakan keganjalan di rumah Fathimah. Rosul Allah SAW tahu bahwa Fathimah telah terjadi selisih paham dengan suaminya. Rosul Allah SAW sangat senang mendamaikan mereka berdua. Maka Nabipun memanggil mereka berdua seraya menarik tangan Sayyidina ‘Ali dan meletakkannya di perut Rosul Allah SAW dan mengambil tangan Fathimah untuk di letakkan di perut Beliau SAW, Rosul Allah SAW tetapmenahan tangan mereka berdua sampai hilang pertikaian mereka dan kembali damai.
(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s