Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (89)

Perselesihan faham seperti ini adalah hal yang wajar terjadi pada manusia, akan tetapi selagi rasa cinta dan menghormati masih ada maka perselisihan tersebut pasti akan cepat reda, terlebih lagi jika timbul perselisihan yang terjadi di lingkupan rumah tangga yang penuh di selimuti rasa Taqwa dan ketaatan.
Suatu hari, Nabi SAW mendengar bahwa telah terjadi selisih faham antara suami istri yang mulia ini. Maka, Nabi SAW dengan segera bergegas dengan cepatnya menuju rumah Sayyidatuna Fathimah dengan wajah kerisauan dan kesumpekan. Para sahabat heran melihat atas apa yang terjadi sehingga membuat bekas di wajah Rosul Allah SAW. Rosul Allah SAW pun masuk ke rumah mereka berdua, berdiam lama di rumah Fathimah. Para sahabat pun menunggu Nabi SAW dengan perasaan risau. Tak lama kemudian, Rosul Allah SAW keluar dari rumah Fathimah denganwajah yang berseri-seri dan nampak guratan kebahagian di wajah Sang Nabi SAW. Melihat hal tersebut, sebagian sahabat bertanya atas keadaan yang mengherankan tersebut, masuk dengan perasaan gundah dan risau kemudian keluar dengan wajah yang sangat berseri-seri.
Nabi SAW menjawab, “Bagaimana aku tidak gembira, karena aku telah mendamaikan antara dua orang yang paling aku cintai…”
(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s