Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (91)

Maka Sayyidina ‘Ali bangun dan Nabi SAW menggandeng tangan Sayyidina ‘Ali, membawanya kembali ke rumah Sayyidatuna Fathimah lalu mendamaikan mereka berdua, Sayyidina’Ali berkata, “Demi Allah setelah hari ini aku tidak akan membuatmu marah selamanya, Wahai Fathimah…”
Beginilah kehidupan rumah tangga mereka berdua Sayyidina ‘Ali berlemah lembut dengan Sayyidatuna Fathimah dan begitu halnya dengan Sayyidatuna Fathimah kepada sang suami. Sampai-sampai suatu hari ketika melihat Sayyidatuna Fathimah memakai siwak sebelum sholat, Sayyidina ‘Ali mencandai dengan senyuman dan melantunkan syair,
“* Beruntung sekali engkau wahai kayu siwak, telah menyentuh gusinya..
* Apakah kau tidak takut wahai siwak, karena aku telah melihatmu…
* Kalau sampai engkau mungkin untuk dibunuh, pasti ku bunuh engkau….
* Ketahuilah wahai siwak, tidak ada yang selamat dari aku selain engkau….”
(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s