Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (119)

Sayyidatuna Fathimah berkata, “Wahai putra Abi Tholib, sungguh Demi Allah aku telah merasa dekatnya sebuah perpisahan dengan ayahku. Aku merasa ajal ayahku telah dekat.”

Rasa sedihpun mulai memerangi dan menindas hati sang bunga. Coba bayangkan bagaimana pedih hati sang bunga menahan. Sungguh Demi Allah, hati yang mulia ini terasa amat sangat pedih. Setelah kepedihan terlewati, kini rasa pedih yang sangat luar biasa yang tidak dapat di bayangkan, jika telah di tinggal oleh orang-orang yang di cintainya. Akan tetapi yang ini adalah yang paling di cinta dan di sayangi. Ini adalah kekasih yang agung di sisi Zahro’ karena ia adalah Rosulullah atau Utusan Allah atasnya juga ayahnya. Dan, ia adalah segala-galanya dalam hidupnya.

Ketika mulai jatuh sakit, Rosulullah Saw tinggal di rumah Sayyidatuna ‘Aisyah yang mana sering kali rasa sakit tersebut membuat sang Nabi pingsan.

bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s