Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (124)

Sayyidatuna Fathimah berusaha menghimpun seluruh perasaannya yang tercabik-cabik. Ia berusaha berjuang dengan melangkah yang teramat berat untuk mendekati kuburan ayahandanya tercinta, Rosul Allah Shallallahu ‘Alayh Wa Sallam.

Setelah berada di sisinya, ia menggenggam sekepal tanah dari kuburan itu untuk di dekatkannya ke matanya yang sembab karena banyaknya menangis. Lalu menciuminya dan berkata dengan lirih:
“Kemuliaan apakah yang dapat menandingi orang yang mencium tanah Ahmad..?
Sepanjang kehidupannya, takkan pernah ia dapatkan lagi kemuliaan yang semisalnya..
Aku telah tertimpa musibah, yang mana jika tertimpa pada terangnya hari akan merubahnya menjadi gelapnya malam..”

Kemudian Fathimah melantunkan,
“Langitpun di penuhi debu..
Sang mataharipun tergelincir..
Seluruh jagat di penuhi kegelapan..
Dan bumi menjadi berduka setelah perginya Sang Nabi..
Sebagai bukti penyesalan atas banyaknya goncangan musibah..
Maka menangislah wahai penduduk timur dan barat..
Dan menangislah engkau wahai kaum Muhdlor dan Yamani..
Wahai penutup para Rosul yang cahayamu penuh keberkahan..
Semoga sholawat serta salam Sang Penurun al-Qur’an selalu menyertaimu.. “

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s