Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (125)

Fathimahpun tertimpa kesusahan yang tidak pernah di rasakan oleh orang lain. Wajah cantiknya tidak lagi nampak tersenyum manis sama sekali setelah kepergian sang ayah. Yang mana Fathimah sangat murah senyum sebagaimana ayahnya Shallallahu ‘Alayh Wa Sallam. Akan tetapi sepeninggal ayahnya, senyum itu tak pernah nampak lagi.

Sakit Sayyidatuna Fathimah bertambah berat, jantungnya terasa tercincang-cinc ang, hatinya terbakar oleh rindu kepada Rosulullah SAW. Yang mana Fathimah masih sangat muda di umurnya yang ke-29. Akan tetapi di umur yang sangat muda ini, berapa banyak beliau mengemban beban..? Berapa banyak beliau telah bersabar..?
Mengemban beban rasa pahit mulai umur 5 tahun. Di umur itu ia mulai bermujahadah, ia mulai mengemban beban yang berat, mendapat kesusahan. Berapa banyak pahitnya kehidupan yangia rasakan dengan penuh kesabaran….?

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s