Manaqib Sayyidatuna Fathimah al-Batuul (126)

Setelah kepergian sang ayah, tidak ada sedikitpun dalam hati Sayyidatuna Fathimah keinginan untuk tetap berada di dunia. Yang mana ia juga telah mendapat kabar gembira bahwa ia adalah anggota keluarga yang pertama kali menyusul Sang Ayah SAW.

Maka tidaklah lewat 6 bulan dari wafatnya Rosulullah SAW, kecuali sakit yang di rasa Sayyidatuna Fathimah semakin parah. Sayyidatuna Fathimah terkapar di tempat tidurnya.

Terdengar tangisan Sang Bunga di tengah hembusan angin dan di gelapnya malam. Melihat hal itu, Sayyidatuna Asma’ berseru, “Wahai Putri Rosulullah SAW, hal apa yang telah membuatmu menangis…?”
Sayyidatuna Fathimah menjawab, “Aku menangis karena merasa sedih atas apa-apa yang di lakukan orang-orang terhadap jenazah seorang wanita. Hanya terbungkus kain kafan lalu di bawanya dalam keadaan nampak bentuk tubuhnya.”

Sayyidatuna Asma’ pun berkata,”Subhanallah..! ! Sangat agung sekali ayahmu dalam mendidikmu dengan rasa malu yang sangat kuat. Kau malu jika jasadmu nanti terlihat di hadapan laki-laki yang bukan muhrimmu…!!!”

Mari kita lihat..!! Sayyidatuna Fathimah merasa takut dan sangat malu jika beliau telah meninggal nanti hanya di bungkus dengan kain kafan, yang dapat menampakkan bentuk tubuhnya..

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s